Jumat, 21 Maret 2014

Tenun Silungkang Dalam Badai Krisis



Sebuah buku yang ditulis oleh DR. Erwiza Erman, Dkk menceritakan tentang bagaimana penenun Silungkang mampu bertahan di tengah badai krisis dari waktu ke waktu. Buku ini mengurai sejarah krisis ekonomi yang telah terjadi dari beberapa periode sejarah, dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat Silungkang, 
baik terhadap kelangsungan hidup kebudayaan tenun, maupun terhadap dinamika industri pertenunan itu sendiri.
Tenun bagi orang Silungkang bukan hanya aktivitas ekonomi semata, tetapi juga sebagai produk kebudayaan. Keduanya telah berjalan seiring dengan perubahan zaman, karena tenun telah menjadi representasi dari identitas yang melekat pada budaya orang Silungkang. Sehingga ketika membicarakan Silungkang, maka tenun baik sebagai kegiatan ekonomi maupun sebagai produk kebudayaan merupakan unsur penting yang tidak dapat diabaikan.


Kehadiran buku ini telah bersinergi di tengah upaya pemerintah Kota Sawahlunto membenah diri untuk membangun kemandirian regional melalui ekonomi berbasis kerakyatan. Selain itu, apa yang tersaji dalam buku ini adalah informasi penting tentang tenun Silungkang yang penting dibaca baik oleh masyarakat Sawhlunto itu sendiri maupun para pengunjung atau penikmat kota dan budaya Sawahlunto.
Penerbitan buku ini tepat ketika Sawahlunto merefleksikan diri di akhir tahun 2010. Sebuah renungan bagi kita semua tentang usaha tenun Silungkang yang telah bertahan ratusan tahun dan mampu menjadi "The Winner" ditengah ambruknya sektor ekonomi lainnya karena krisis ekonomi. Kehadiran buku ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan memberi inspirasi baru dalam menghadapi tantangan kehidupan masa yang akan datang.
Buku yang dicetak oleh Verbum Publishing dengan jumlah xii, 200 halaman; 11,5x17,5 cm dengan tahun cetakan April 2011 dengan nomor ISBN: 978-979-1467-08-7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar